eSkripsi Universitas Andalas: No conditions. Results ordered -Date Deposited. 2021-01-02T14:23:13Z EPrints /images/sitelogo.png / 34910 20 1 2020-12-30T09:16:46Z 2020-12-30T09:16:46Z /id/eprint/67272 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67272 2020-12-30T09:16:46Z Isolasi dan Uji Sitotoksik Senyawa Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Daun Karamunting Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Terhadap Sel Kanker Payudara T47D Dengan Metode MTT Assay ABSTRAK ISOLASI DAN UJI SITOTOKSIK SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KARAMUNTING Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D DENGAN METODE MTT ASSAY Oleh : WAHYU RAUDHATUL FAUZANNA NIM : 1611011013 ( Program Studi Sarjana Farmasi ) Rhodomyrtus tomentosa adalah salah satu jenis spesies dari keluarga Mirtaceae. Senyawa-senyawa yang telah diisolasi dari tumbuhan ini masih terbatas terutama yang berasal dari fraksi etil asetat daun Rhodomyrtus tomentosa. sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk isolasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat daun Rhodomyrtus tomentosa. Uji toksisitas dilakukan terhadap ekstrak dan subfraksi dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan uji sitotoksisitas terhadap isolat murni yang didapatkan dengan metode MTT (3-[4,5-dimetilazol-2-il)-2,5-difeniltetrazolium bromida. Senyawa murni yang diperoleh dengan metoda maserasi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu n-heksan, etil asetat dan metanol. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian diisolasi menggunakan kromatografi kolom metode Step Gradient Polarity (SGP) sehingga diperoleh senyawa murni RT-1 sebanyak 58,762 mg. Senyawa RT-1 berupa kristal putih kekuningan berbentuk jarum. Identifikasi kemurnian senyawa dilakukan dengan uji multi eluen dan penentuan titik leleh. Uji multi eluen menggunakan tiga jenis eluen yaitu heksan : etil (9 : 1) Rf 0,34, DCM : heksan (5 : 5) Rf 0,66, dan kloroform : DCM (8 : 2) Rf 0,52, didapatkan satu jenis noda yang jelas. Sedangkan dari uji titik leleh diperoleh jarak leleh 178 - 180º. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan pemeriksaan secara kimia menggunakan pereaksi FeCl3 dan metoda spekroskopi (UV, IR dan HNMR) dari karakterisasi senyawa dapat diperkirakan senyawa RT-1 merupakan turunan floroglusinol derivat dari pada Rhodomyrton. Hasil uji toksisitas menunjukan ekstrak dan subfraksi toksik dengan LC50 1,42 ppm dan 46,77 ppm dan hasil uji sitotoksisitas menunjukan senyawa RT-1 aktif sebagai antikanker sel T47D dengan IC50 2,849 µg/ml. Kata Kunci : Rhodomyrtus tomentosa, fenol (floroglusinol), toksisitas, BSLT (Brine Shrimp Lethality Test), sitotoksisitas, MTT ( 3-[4,5-dimetilazol-2-il)-2,5-difeniltetrazolium bromida ) Raudhatul Fauzanna Wahyu wahyuraudhatul1@gmail.com 2020-12-30T09:11:19Z 2020-12-30T09:11:19Z /id/eprint/67254 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67254 2020-12-30T09:11:19Z Formulasi Sediaan Orally Dissolving Film (ODF) Dispersi Padat Kuersetin Menggunakan Berbagai Bahan Pemanis ABSTRAK FORMULASI SEDIAAN ORALLY DISSOLVING FILM (ODF) DISPERSI PADAT KUERSETIN MENGGUNAKAN BERBAGAI BAHAN PEMANIS Oleh : DIENA ADE NOVIRA NIM : 1611011031 (Program Studi Sarjana Farmasi) Orally dissolving film (ODF) merupakan sediaan berbentuk film sangat tipis, mengandung bahan aktif obat yang larut dalam waktu singkat ketika kontak dengan saliva sehingga memberikan keuntungan bagi pasien pediatri, geriatri dan sukar menelan tablet. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dispersi padat kuersetin dapat berkhasiat mencegah kerusakan ginjal akut dan kronis pada hewan percobaan. Pengembangan dari sediaan ODF yang mengandung zat aktif dispersi padat kuersetin dengan dosis 15 mg memberikan sebuah alternatif untuk memperbaiki estetika rasa pahit dari kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pemanis yang sesuai dalam formulasi sediaan ODF dispersi padat kuersetin. Formulasi dilakukan dengan metode solvent casting sebanyak tiga formula menggunakan tiga jenis pemanis yaitu F1 (stevia), F2 (sukrosa) dan F3 (sorbitol) dan pengembangan formula F1 dari hasil uji kesukaan pertama (F1a = stevia 1,5%; F1b = stevia 2,5% dan F1c = stevia 3,5%). Dilakukan evaluasi sediaan terhadap karakteristik organoleptik ODF, keseragaman bobot dan tebal film, pH permukaan film, kandungan lembab film, daya mengembang, waktu hancur, keseragaman kandungan dan uji kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pemanis yang digunakan berpengaruh terhadap sifat sensoris dan karakteristik ODF (p<0,05). Formula sediaan ODF terbaik adalah F1 dengan waktu hancur 51,39 detik (petridish method) dan 46,82 detik (slide frame method); pH 6,92; kandungan lembab sebesar 6,52% dan daya mengembang sebesar 144,49% pada detik ke-5. Formula 1b ODF dispersi padat kuersetin memberikan hasil terbaik dengan nilai uji kesukaan 52% dari 30 orang panelis. Kata kunci : Orally dissolving film , dispersi padat kuersetin, stevia, HPMC E3, pemanis, solvent casting Ade Novira Diena dienadenovira@gmail.com 2020-12-30T08:38:15Z 2020-12-30T08:38:15Z /id/eprint/67273 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67273 2020-12-30T08:38:15Z Pertumbuhan Bibit Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) Yang Diinokulasikan Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Lahan Bekas Tambang Penelitian tentang Pertumbuhan Bibit Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) Yang Diinokulasikan Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Lahan Bekas Tambang telah dilakukan dari bulan Juni sampai September 2019 di Rumah Kaca dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal isolat FMA indigenous dan dosis FMA terbaik terhadap pertumbuhan bibit Bayur. Metoda penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 12 perlakuan dan tiga ulangan dengan perlakuan tanpa inokulan mikoriza (Kontrol), 5 g, 10 g, 15 g, dan 20 g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian inokulasi fungi mikoriza arbuskula belum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, derajat kolonisasi FMA dan ketergantungan tanaman terhadap FMA rendah. Kata Kunci: Fungi Mikoriza Arbuskula, Lahan bekas tambang, Pterospermum javanicum. Roza Roza rozaaja1234@gmail.com 2020-12-30T08:10:05Z 2020-12-30T08:10:05Z /id/eprint/67159 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67159 2020-12-30T08:10:05Z PERBEDAAN RERATA KADAR 2-METHOXYESTRADIOL PADA EARLY ONSET PREEKLAMPSIA BERAT DENGAN LATE ONSET PREEKLAMPSIA BERAT ABSTRAK Pendahuluan : Tingginya angka kematian ibu tersebut dianggap sebagai pertanda adanya masalah pada status kesehatan dan pelayanan kesehatan di suatu negara. Preeklampsia termasuk dalam triad of mortality, yaitu selain perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian ibu. 2-Methoxyestradiol(2-ME) adalah metabolit estradiol yang diproduksi dengan bantuan Catechol-O-methyltransferase (COMT). Pada wanita yang mengalami preeklampsia, level dari 2-ME rendah dan ekspresi dari protein COMT juga berkurang. Tujuan : Mengetahui perbedaan rerata kadar 2-Methoxyestradiol(2-ME) antara early onset preeklampsia berat dengan late onset preeklampsia berat. Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional comparative yang dimulai dari bulan September 2019 sampai bulan Januari 2020. Pengambilan sampel dilakukan secara Consecutive sampling, Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 20 minggu sampai 34 minggu dengan early onset preeklampsia berat dan kelompok ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu dengan late onset preeklampsia berat di IGD PONEK RSUP Dr. M. Djamil Padang dan RS Jejaring. Pemeriksaan kadar 2-ME dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sampel serum yang digunakan pada penelitian ini diencerkan sebanyak 400 kali. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kadar 2-Methoxyestradiol(2-ME) dengan metode RT-PCR assay. Hasil : Rerata kadar 2-Methoxyestradiol (2-ME) serum maternal pasien early onset preeklampsia berat lebih rendah jika dibandingkan dengan rerata kadar 2-Methoxyestradiol (2-ME) serum maternal pasien late onset preeklampsia berat. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara rerata kadar 2-Methoxyestradiol (2-ME) serum maternal pasien early onset dengan late onset preeklampsia berat (p<0,05). Azmi Jofril dr_jofril@yahoo.com 2020-12-30T08:07:57Z 2020-12-30T08:07:57Z /id/eprint/67271 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67271 2020-12-30T08:07:57Z PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA ANTARA BARISTA DENGAN PEMILIK COFFEE SHOP KOPI PAGI DI KOTA PADANG ABSTRAK Secara normatif, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan (Pasal 27 ayat 2). Pengertian perjanjian kerja menurut Pasal 1601 a KUHPerdata adalah suatu perjanjian di mana pihak kesatu (si buruh), mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak lain, si majikan untuk suatu waktu tertentu melakukan pekerjaan dengan menerima upah. Syarat sah suatu perjanjian kerja yaitu adanya kesepakatan dari para pihak. Hal ini berarti bahwa perjanjian mengikat kedua belah pihak. Dalam hal ini perjanjian kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalani. Perjanjian kerja dalam pelaksanaannya dapat dibuat dalam bentuk lisan dan secara tertulis. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah yang timbul yaitu: 1) Bagaimana pelaksanaan perjanjian kerja antara barista dengan pemilik coffee shop kopi pagi di kota Padang; 2) Apa saja kendala dalam pelaksanaan perjanjian kerja antara barista dengan pemilik coffee shop kopi pagi di kota Padang; 3) Bagaimana cara mengatasi kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan perjanjian perjanjian kerja antara barista dengan pemilik coffee shop kopi pagi di kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Dari data primer dan sekunder yang di kumpulkan penulis analisa dengan mempergunakan analisa kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil: 1) bahwa pelaksanaan perjanjian kerja antara barista dengan pemilik coffe shop kopi pagi menggunakan perjanjian kerja secara lisan dan perjanjian kerja secara tertulis. 2) Bentuk-bentuk kendala dalam pelaksanaan perjanjian kerja yaitu berasal dari faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar yaitu kondisi cuaca dan pandemic covid-19. Faktor kendala dari dalam berkaitan dengan kinerja dari pekerja, yaitu kurangnya kedisiplinan beberapa pekerja, kurangnya attitude,dan kurang maksimal dalam bekerja dan kurang pahamnya pemilik coffee shop mengenai perjanjian kerja. 3).Penyelesaian dari kendala yang ditemukan yaitu dengan cara dibicarakan secara baik-baik oleh para pihak atau dilakukan musyawarah dengan pekerja. Cara untuk mengurangi terjadinya kendala dalam pelaksanaan perjanjian yaitu dengan dilakukan evaluasi bulanan terhadap kinerja pekerja. Magfira Nadiratul nadiratulmagfiraa@gmail.com 2020-12-30T08:05:23Z 2020-12-30T08:05:23Z /id/eprint/67263 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67263 2020-12-30T08:05:23Z Gambaran Indeks Aterogenik Plasma Sebagai Penanda Aterogenitas Pada Pasien Stroke Iskemik Akut Indeks Aterogenik Plasma (IAP) adalah logaritma dari rasio konsentrasi trigliserida dan kolesterol HDL [Log10(TG/HDL)]. Korelasi yang kuat antara IAP dan ukuran lipoproptein dapat digunakan sebagai nilai prediksi yang tinggi. Berdasarkan data penelitian sebelumnya telah diketahui batasan nilai IAP yang berhubungan dengan kejadian vaskular, termasuk diantaranya adalah stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambara IAP sebagai penanda aterogenitas pada pasien stroke iskemik akut. Penelitian cross sectional dengan teknik total sampling dengan mengambil data sekunder berupa rekam medis pasien stroke iskemik akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari – 31 Desember 2019. Didapatkan total pasien stroke iskemik akut sebanyak 72 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji fisher exact. Hubungan dinyatakan bermakna jika nilai p<0,05. Hasil penelitian ini didapatkan nilai rerata IAP 0,52+0,25 dengan distribusi terbanyak adalah pada kategori IAP risiko tinggi sebanyak 62 dari 72 pasien (88,9%). IAP risiko tinggi lebih banyak didapatkan pada laki-laki dan pada kelompok umur >50 tahun. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara faktor risiko dislidemia dengan IAP (p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien stroke iskemik akut memiliki nilai IAP risiko tinggi. Berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia, IAP risiko tinggi terbanyak ditemukan pada laki-laki dan pada kelompok umur >50 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara dislipidemia sebagai faktor risiko dengan IAP. Khairina Iswan Nurul nurul.khairina.iswan@gmail.com 2020-12-30T08:03:25Z 2020-12-30T08:03:25Z /id/eprint/67255 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67255 2020-12-30T08:03:25Z KARAKTERISTIK PENDERITA LARYNGOPHARYNGEAL REFLUX DI BAGIAN THT-KL RSUP DR.M.DJAMIL PADANG TAHUN 2019 Laryngopharyngeal Reflux mengacu kepada gejala yang disebabkan oleh berbaliknya isi lambung ke laring dan faring. LPR sering tidak terdiagnosis oleh dokter THT karena gejalanya yang tidak khas, sehingga pasien sering pergi meminta pertolongan ke dokter dengan gejala yang sama, tetapi dengan pengobatan yang diberikan, gejalanya tetap berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita laryngopharyngeal reflux di bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder berupa rekam medis pasien LPR di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2019 – 31 Desember 2019 dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diambil yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, gejala klinis, temuan laringoskopi fleksibel, dan pilihan pengobatan yang diberikan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mencari distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan total penderita LPR adalah 106 pasien dengan 50 orang memenuhi kriteria inklusi; mayoritas penderita LPR adalah perempuan (70%); kelompok usia terbanyak dari penderita LPR adalah 51-60 tahun (34%); kelompok IMT terbanyak penderita LPR adalah 18,5–25,0 (46%); gejala terbanyak yang dikeluhkan penderita LPR adalah sensasi mengganjal di tenggorok (88%); temuan laringoskopi fleksibel terbanyak yang ditemukan pada penderita LPR adalah eritema / hyperemia (60%); pilihan pengobatan yang terbanyak diresepkan kepada pasien LPR adalah lansoprazol (82%), sedangkan untuk kelompok terapi kombinasi paling banyak yaitu dengan kombinasi 3 obat lansoprazol, N. Asetilsistein, dan sukralfat (14%). Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas penderita LPR memiliki indeks massa tubuh yang normal, terapi kombinasi yang paling banyak diberikan adalah kombinasi lansoprazol, N. Asetilsistein, dan sukralfat. Afifah Fitrahul fitrahulafifah@gmail.com 2020-12-30T07:46:14Z 2020-12-30T07:46:14Z /id/eprint/67236 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67236 2020-12-30T07:46:14Z HUBUNGAN KOLONI LACTOBACILLUS SPP. DENGAN KEJADIAN OVERACTIVE BLADDER MENGGUNAKAN SKOR OABSS DI PUSKESMAS PAUH KOTA PADANG Pendahuluan: Overactive bladder (OAB) adalah kumpulan gejala urgensi, dengan atau tanpa inkontinensia urgensi. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa Lactobacillus spp. dapat menjadi penanda kandung kemih perempuan berada dalam kondisi sehat; dan ditemukan penurunan jumlah Lactobacillus spp. pada pasien dengan OAB. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan koloni Lactobacillus spp. Dengan OAB menggunakan skor OABSS di Puskesmas Pauh Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik dengan desain cross sectional comparative. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai Februari 2020 di Puskesmas Pauh Kota Padang. Seluruh perempuan berusia 20-40 tahun yang datang ke Puskesmas selama periode penelitian diikutsertakan dalam penelitian. Perempuan hamil, memiliki kelainan panggul dan riawayat penyakit saluran kemih lainnya atau memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus dieksklusikan dalam penelitian. Data numerik disajikan dalam bentuk tendensi sentral. Analisis bivariat dilakukan dengan uji t-independent test apabila sebaran data normal dan uji Kolmogorov-Smirnov apabila sebaran data berdistribusi tidak normal. Hasil: Didapatkan 42 sampel yang terdiri dari 21 responden OAB dan 21 responden normal. Umur responden pada kelompok OAB yaitu 28 ± 6,8 tahun sedangkan pada kelompok normal yaitu 32 ± 7,3 tahun (p>0.05). Jumlah koloni Lactobacillus spp pada kelompok normal lebih tinggi dari kelompok OAB yaitu 16.389.670 ± 74.380.427,9 CFU/ml berbanding 15.229.634 ± 67.553.932,9 CFU/ml (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara jumlah koloni Lactobacillus Spp dengan kejadian Overactive Bladder. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang berhubungan dengan kejadian OAB serta penyebab penurunan jumlah koloni Lactobacillus spp pada pasien OAB dan keberadaan mikroorganisme lainnya terutama mikroorganisme patogen. Wahyu Gumilar Rimbun rimbunwahyugumilar@gmail.com 2020-12-30T07:06:34Z 2020-12-30T07:06:34Z /id/eprint/67248 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67248 2020-12-30T07:06:34Z Sistem pengendalian penggunaan air pada perusahaan umum daerah (perumda) air minum kota padang Oktami Syailindri Shaza Oktamishaza@gmail.com 2020-12-30T05:00:47Z 2020-12-30T05:00:47Z /id/eprint/67240 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67240 2020-12-30T05:00:47Z Pengawasan dan penindakan kedisiplinan aparatur sipil negara pada kantor Badan kepegawaian pengembangan sumber daya manusia kota Padang Fauziah Hilma hilmafauziah12342@gmail.com 2020-12-30T03:17:46Z 2020-12-30T03:17:46Z /id/eprint/67239 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67239 2020-12-30T03:17:46Z PENGARUH STIMULASI PSIKOSOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BALITA STUNTING DI NEGARA LOW-INCOME : SEBUAH TINJAUAN NARATIF Stimulasi psikososial merupakan sebuah rangsangan dari berbagai peristiwa psikologis dan sosial agar tercapainya perkembangan motorik sesuai umur, terutama pada balita stunting. Kejadian stunting merupakan permasalahan yang sering terjadi di negara low-income. Dengan adanya stimulasi psikososial, diharapkan dapat mempengaruhi perkembangan motorik balita stunting agar menjadi lebih baik. Tujuan dari studi literatur ini adalah menjawab “bagaimana pengaruh stimulasi psikososial terhadap kemampuan motorik balita stunting di negara low-income ?” Jenis studi literatur ini merupakan tinjauan naratif. Artikel yang dipilih berasal dari 4 database, yaitu Google Schollar, Pubmed, DOAJ, dan Proquest dengan batasan tahun 2010-2020. Pencarian artikel menggunakan kata kunci kunci “Psychosocial stimulation” AND “Motor development” OR Motoric AND Stunting. Artikel yang dipilih apabila memenuhi kriteria PICO (P = balita stunting di negara low-income, I = stimulasi psikososial, C = -, dan O = perkembangan motorik.) Artikel yang didapatkan akan diekstraksi kedalam matriks sintesis. Artikel yang didapatkan sebanyak 4 artikel dengan desain Randomized Control Trial (RCT). Hasil dari studi literatur ini adalah sebanyak 3 artikel menyatakan adanya pengaruh dari stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik balita stunting, dan 1 artikel menyatakan tidak adanya pengaruh stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik balita stunting. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stimulasi psikososial memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik balita stunting. Balita yang mendapatkan intervensi stimulasi psikososial akan memiliki perkembangan motorik yang lebih baik. Widad Abdurrahman abdurrahmanwidaddd17@gmail.com 2020-12-30T03:14:04Z 2020-12-30T03:14:04Z /id/eprint/67237 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67237 2020-12-30T03:14:04Z EFEK STIMULASI PSIKOSOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BALITA STUNTING DI NEGARA MIDDLE-INCOME : SEBUAH TINJAUAN NARATIF Pentingnya stimulasi psikososial untuk meningkatkan perkembangan motorik terkhusus pada balita yang menderita stunting. Stunting merupakan salah satu permasalahan dunia. Pada 2018, prevalensi stunting didunia adalah 22%. Keadaan stunting dapat mempengaruhi perkembangan motorik balita. Jenis studi literatur ini adalah tinjauan naratif. Artikel akan dipilih jika artikel tersebut memenuhi kriteria PICO (P = Balita stunting, I = Diberi stimulasi psikososial, C = Tidak diberi stimulasi psikososial, O = Perkembangan motorik). Artikel yang dipilih berasal dari 4 database yaitu DOAJ, Pubmed, ProQuest, dan Google Scholar dengan batasan tahun 2010-2020. Data dari artikel akan diekstraksi dan dimasukan kedalam matrix sintesis. Artikel yang didapatkan sebanyak 9 artikel yaitu 8 artikel Randomized Controlled Trial (RCT) dan 1 artikel Non-RCT. Hasil dari studi literatur ini adalah sebanyak 3 artikel menyatakan bahwa terdapat efek yang signifikan dari stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik balita stunting dan 6 artikel menyatakan bahwa tidak terdapat efek yang signifikan dari stimulasi psikososial terhadap perkembangan motorik balita stunting. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah intervensi stimulasi psikososial dapat memiliki efek signifikan maupun tidak terhadap perkembangan motorik balita stunting, hal tersebut dipengaruhi oleh metode maupun hasil dari artikel. Perlunya peningkatan pengetahuan ibu mengenai perkembangan anak sehingga dapat memberi stimulasi psikososial dengan kualitas yang lebih baik. Anasya Taqy Rana ranaanasyaaaaaaa@gmail.com 2020-12-29T08:09:41Z 2020-12-29T08:09:41Z /id/eprint/67234 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67234 2020-12-29T08:09:41Z RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDUKUNG CLINICAL PATHWAY BERBASIS WEB PADA RUMAH SAKIT Sistem informasi pendukung clinical pathway adalah sebuah aplikasi yang akan membantu jalannya implementasi clinical pathway secara praktis dan efisien. Dimana clinical pathway itu sendiri adalah cara atau pedoman dalam sebuah rumah sakit yang digunakan untuk membantu peningkatan mutu pelayanan kesehatan dari rumah sakit. Tujuan dibangunnya sistem informasi pendukung clinical pathway ini adalah untuk mencatat, merekam semua tindakan medis dan membantu dalam penerapan clinical pathway yang nantinya akan membantu rumah sakit meningkatkan mutu dan kualitas rumah sakit mereka tanpa membatasi ruang gerak para dokter. Sistem informasi yang dibangun ini akan membantu tercapainya tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang, membangun, serta menguji sistem informasi pendukung clinical pathway berbasis web ini. Metode pengembangan sistem ini menggunkaan metode waterfall. Sistem informasi ini terbagi menjadi empat user yaitu administrasi, perawat, dokter, dan manager. Pengujian terhadap fungsional aplikasi menggunakan metode black box testing. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu sistem informasi pendukung clinical pathway berbasis web yang dibangun sesuai dengan rancangan awal aplikasi. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem informasi pendukung clinical pathway berbasis web yang dapat digunakan pada rumah sakit-rumah sakit untuk membantu peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dengan metode yang lebih efektif, efisien, serta berjalan secara optimal. Valdi Arrestino Kevin arrestino.kevin@gmail.com 2020-12-29T08:08:40Z 2020-12-29T08:14:35Z /id/eprint/67196 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67196 2020-12-29T08:08:40Z PERBEDAAN FUNGSI DIASTOLIK PADA PREEKLAMPSIA ONSET DINI DAN LAMBAT: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Latar Belakang: Preeklampsia (PE) merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu hamil. Preeklampsia berhubungan dengan gangguan fungsi diastolik ventrikel kiri yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di masa mendatang. Ekokardiografi adalah alat diagnostik noninvasif yang dapat mengevaluasi kelainan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan fungsi diastolik pada preeklampsia onset dini (kehamilan <34 minggu) dan onset lambat (kehamilan ≥34 minggu). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur. Penulusuran artikel publikasi pada PubMed, Cochrane Library, EMBASE, Ebsco Host, Web of Science, Scopus, dan Proquest dengan kata kunci preeclapmsia, echocardiography, hypertension induced pregnancy, dan left ventricular dysfunction. Strategi pencarian literatur difokuskan pada studi yang melakukan pemeriksaan fungsi diastolik jantung dengan modalitas ekokardiografi pada pasien preeklampsia onset dini dan onset lambat. Hasil Penelitian: Total 10 studi yang termasuk dalam penelitian ini dengan jumlah 673 pasien preeklampsia yang terdiri dari 302 preeklampsia onset dini dan 371 preeklampsia onset lambat. Studi yang termasuk dalam penelitian ini terdiri dari 6 studi cross sectional, 2 studi cohort, dan 2 studi case control. Parameter E/A didapatkan lebih rendah dan rata-rata E/e’ signifikan lebih tinggi pada onset dini dibandingkan onset lambat. Nilai deceleration time (DT) dan isovolumetric relaxation time (IVRT) didapatkan lebih memanjang pada onset dini dibandingkan onset lambat. Kesimpulan: Pasien preeklampsia onset dini dan lambat keduanya mengalami disfungsi diastolik, namun ibu dengan preeklampsia onset dini mengalami disfungsi diastolik yang lebih berat bila dibandingkan dengan onset lambat Kata Kunci: preeklampsia onset dini, preeklampsia onset lambat, disfungsi diastolik, ekokardiografi A HASYE FINESA finesahasye@yahoo.com 2020-12-29T08:06:17Z 2020-12-29T08:06:17Z /id/eprint/67149 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67149 2020-12-29T08:06:17Z PENGARUH BEBERAPA LEVEL STARTER Lactobacillus delbrueckii TERHADAP KADAR PROTEIN, KADAR AIR, TOTALTITRASI ASAM DAN NILAI pH PADA SOSIS AYAM FERMENTASI PENGARUH BEBERAPA LEVEL STARTER Lactobacillus delbrueckii TERHADAP KADAR PROTEIN, KADAR AIR, TOTAL TITRASI ASAM DAN NILAI pH PADA SOSIS AYAM FERMENTASI ANDRA SEPTIA DEKA, dibawah bimbingan Drh. H. Yuherman, MS., Ph. D dan Dr. Ir. Azhar, M. Si Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, 2020 ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Lactobacillus delbrueckii terhadap kadar protein, kadar air, total titrasi asam dan nilai pH pada sosis ayam fermentasi. Materi penelitian menggunakan daging ayam sebanyak 210 gram, yang diperoleh dari pasar rakyat Ibuh dan inokulum Lactobacillus delbrueckii yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sebagai kelompok. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penambahan konsentrasi starter Lactobacillus delbrueckii sebanyak A (0%), B (2%), C (4%), D (6%) dan E (8%). Peubah yang diamati adalah kadar protein, kadar air, total titrasi asam dan nilai pH pada sosis ayam fermentasi. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak berbeda nyata (P≥0.05) dalam penambahan starter Lactobacillus delbrueckii terhadap kadar air dan total asam titrasi, tetapi berbeda sangat nyata (P<0.01) dalam penambahan starter Lactobacillus delbrueckii terhadap kadar protein dan nilai pH pada sosis ayam fermentasi. Pemberian starter Lactobacillus delbrueckii pada sosis ayam fermentasi yang terbaik pada perlakuan B dengan penambahan starter Lactobacillus delbrueckii sebanyak 2%, dengan kadar protein 15.64%, kadar air 69.73%, total titrasi asam 0.64% dan nilai pH 6.298. Kata kunci : Lactobacillus delbrueckii, sosis ayam fermentasi, kadar protein, kadar air, total titrasi asam, nilai pH Septia Deka Andra andraseptia9@gmail.com 2020-12-29T06:56:38Z 2020-12-29T06:56:38Z /id/eprint/67218 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67218 2020-12-29T06:56:38Z Analisis dan Perbaikan Proses Bisnis Pemeliharaan Bus Kampus Universitas Andalas Universitas Andalas (UNAND) menyediakan bus kampus sebagai sarana transportasi bagi mahasiswa untuk menunjang kegiatan akademik dan non akademik yang membutuhkan mobilitas. Pentingnya peran bus kampus sehingga UNAND memiliki Pool bus kampus untuk pengelolaannya agar bus dapat beroperasi dengan baik. Namun dalam proses pemeliharaannya ada beberapa kendala yang mengakibatkan pemeliharaan berjalan kurang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan 35 bus yang dimiliki UNAND 7 di antaranya dianggap tidak layak pakai. Kendala di lapangan di mana proses pemeliharaan yang dilakukan belum terorganisir dengan baik. Sehingga perlu dilakukannya analisis terhadap proses yang berlangsung di Pool bus kampus UNAND untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan proses bisnisnya. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis dan perbaikan proses bisnis pemeliharaan bus adalah Business Process Improvement (BPI). Analisis dari proses binis yang berjalan teridentifikasi 8 aktor/orang dan 31 kegiatan dalam prosesnya. Perbaikan yang dilakukan mengevaluasi 12 aktivitas agar dapat diperbaiki. Hasil dari perbaikan digambarkan dengan Business Process Modelling Notation (BPMN) yang menunjukkan pengurangan aktivitas menjadi 25 kegiatan dan perubahan di 12 aktivitas sehingga proses bisnis pemeliharaan bus kampus jadi lebih efektif dan efisien. Kelebihan dari perbaikan proses bisnis waktu yang dibutuhkan dalam proses administrasi menjadi lebih singkat dan indikator perbaikan menjadi lebih optimal dengan bantuan perangkat sistem informasi. Sedangkan kekurangannya pihak UNAND perlu melakukan pelatihan bagi orang-orang yang terlibat dalam prosesnya agar dapat berjalan sesuai dengan rancangan perbaikan proses binis yang dilakukan. Sufindra Harryadi harryadisufindra94@gmail.com 2020-12-29T06:38:46Z 2020-12-29T06:38:46Z /id/eprint/67210 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67210 2020-12-29T06:38:46Z STANDARISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK KULIT BUAH LIMAU SUNDAI (Citrus x aurantiifolia ‘Sundai’), PENETAPAN KADAR NOBILETIN, SERTA UJI ANTIBAKTERI ABSTRAK STANDARISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK KULIT BUAH LIMAU SUNDAI (Citrus x aurantiifolia ‘sundai’), PENETAPAN KADAR NOBILETIN, SERTA UJI ANTIBAKTERI Oleh : AWALIANA NIM : 1611012029 (Program Studi Sarjana Farmasi) Produksi buah jeruk di Indonesia sangat tinggi namun penggunaan kulit buah jeruk masih sangat sedikit, padahal kandungan kimia pada kulit jeruk memiliki efektivitas biologis yang lebih tinggi dibandingkan bagian yang bisa dimakan. Salah satu jenis jeruk khas Sumatera Barat yang banyak digunakan sebagai obat tradisional adalah limau sundai (Citrus x aurantiifolia ‘sundai’), oleh karena itu perlu dilakukan standarisasi ekstrak dan simplisia, penetapan kadar nobiletin serta uji aktivitas antibakteri. Metode standarisasi yang digunakan mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia. KLT-Densitometri digunakan untuk penentuan kadar nobiletin, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Untuk mendapatkan hasil standarisasi yang baik, limau sundai di ambil dari tiga daerah yaitu Bukittinggi, Pariaman, dan Solok. Dari ketiga daerah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa makroskopis limau sundai berupa irisan tipis kulit buah dengan permukaan tidak rata dan bau khas, permukaan luar berwarna coklat, dan permukaan bagian dalam berwarna putih kekuningan. Hasil mikroskopis identifikasi fragmen pengenal yang terdapat pada kulit limau sundai berupa rambut penutup, jaringan pengangkut berbentuk tangga, parenkim dengan sel sekresi, kristal oksalat, jaringan parenkim dan stomata. Kadar sari larut air dari simplisia ≤ 24,90 % dan kadar sari larut etanol ≤ 17,66 %. Parameter non spesifik berupa susut pengeringan ≤ 5,65 %, kadar abu total tidak lebih dari 5,14 %, dan kadar abu tidak larut asam ≤ 0,80 %. Parameter spesifik standarisasi ekstrak berupa ekstrak kental, warna hitam, bau khas, nilai Rf nobiletin 0,75. Rendemen ekstrak ≥ 18.80 %. Parameter non spesifik ekstrak berupa kadar air ≤ 18,37%, kadar abu total ≤ 3,93 %, dan kadar abu tidak arut asam ≤ 0,268 %. Kadar nobiletin pada ekstrak kulit limau sundai Pariaman 0,33 %, Solok 0,59 % dan Bukittinggi 0,47 % . Pada uji antibakteri menggunakan metode difusi pada ketiga daerah memiliki aktivitas tergolong sedang pada konsentrasi 20 % dan 15 % . Kata Kunci : Standardisasi, Kulit limau sundai, Citrus x aurantiifolia (‘sundai’), penetapan kadar nobiletin, KLT Densitometri , Uji antibakteri Awaliana Awaliana awaliana9907@gmail.com 2020-12-29T05:15:28Z 2020-12-29T05:15:28Z /id/eprint/67211 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67211 2020-12-29T05:15:28Z RANCANGAN ULANG TEMPAT PAKAN AYAM BROILER MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING Manajemen pemberian pakan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan usaha perternakan ayam broiler. Cara pemberian pakan ayam broiler pada umumnya masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan memasukan pakan kedalam wadah pakan secara satu persatu. Cara konvensional ini dapat menghabiskan waktu yang cukup yang lama, serta pekerjaan ini juga monoton karena dilakukan secara berlang-ulang sehingga kurang efisien. Tidak hanya itu dengan tempat pakan konvensional ini pakan ayam juga banyak yang tumpah karena tergoyang saat ayam berebut makan. Dipasaran sudah ada yang menjual tempat pakan ayam otomatis tetapi harganya mahal dan wadah pakan yang digunakan juga wadah pakan yang baru sehingga wadah pakan yang lama akan terbuang sia-sia, sedangkan masih bisa digunakan dalam waktu yang masih lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tempat pakan ayam konvensional (TRA) yang dapat membuat pekerjaan pemberian pakan menjadi lebih efisien dan mampu mengurangi pemborosan waktu saat pemberian pakan, serta mampu mengurangi jumlah pakan ayam yang terbuang. Metode yang digunakan adalah reverse engineering. Metode ini dipilih berdasarkan analisis dan kajian terhadap rancangan tempat pakan ayam konvensional bahwa tempat pakan ayam tersebut memiliki beberapa sub fungsi komponen yang masih layak untuk digunakan pada rancangan usulan. Penelitian ini menghasilkan suatu rancangan tempat pakan ayam broiler yang dibuat dalam bentuk prototype. Rancangan tempat pakan ayam ini lebih efisien karena cara kerja dari tempat pakan ini sudah dirancang secara otomatis, dimana pekerja tidak perlu mengisi wadah pakan satu persatu lagi dan dapat mengurangi pemborosan waktu serta dapat mengurangi jumlah pakan ayam yang terbuang. Harga dari tempat pakan yang dirancang lebih murah dibandingkan tempat pakan otomatis yang ada di pasar. Oktaviani Yosi yossioktavia01@gmail.com 2020-12-29T04:38:53Z 2020-12-29T04:38:53Z /id/eprint/67204 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67204 2020-12-29T04:38:53Z Pengaruh Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan Terhadap Motivasi Berobat Masyarakat di Puskesmas Pauh Komunikasiainterpersonalamerupakanasalahasatuajenisakomunikasi yang harus dikuasai diberbagai lini, tak terkecuali di Puskesmas. Dengan berkomunikasi diharapkan bisa menimbulkan perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku. Salah satu perubahan perilaku saat berkomunikasi adalah adanya dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu atau motivasi. Komunikasi interpersonal tenaga kesehatan diharapkan dapat mempengaruhi dorongan pasien dalam berobat ke Puskesmas Pauh. Tujuanadari penelitian ini adalahauntuk mengetahuiapengaruh komunikasi interpersonal tenaga kesehatan terhadap motivasi berobat masyarakat di Puskesmas Pauh. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitianamenggunakan metode survei dengana menyebarkan kuesioner pada objek penelitian sebanyak 100 responden yangamerupakan masyarakat yang pernah berobat di Puskesmas Pauh. Teknikapengambilan sampel yangadigunakan adalah teknik simple random sampling. Teori Stimulus - Organism – Respon (SOR) digunakan untuk menganalisis penelitian. Analisis data yangadigunakan adalah analisisaregresi linear sederhana untuk melihat pengaruh komunikasi interpersonal tenaga kesehatan terhadap motivasi berobat masyarakat di Puskesmas Pauh. Hasil penelitian menunjukkan tingkat komunikasi interpersonal tenaga kesehatan Puskesmas Pauh memiliki kategori baik dengan total nilai 6.912. Artinya, tenaga kesehatan sudah memenuhi indikator pada variabel komunikasi interpersonal. Tenaga kesehatan sudah terbuka, empati, memiliki sikap positif, dukungan dan kesamaan dalam menghadapi pasien. Tingkat motivasi berobat masyarakat di Puskesmas Pauh memiliki kategori baik, dengan total nilai 4.173. Pasien Puskesmas Pauh memiliki dorongan yang tinggi dalam berobat ke Puskesmas Pauh dan sudah mencapai indikator motivasi berobat yaitu keberadaan, hubungan dan pertumbuhan. Pasien sudah pernah berobat dan dianggap keberadaannya oleh tenaga kesehatan. Pasien sudah berinteraksi dan menjalin hubungan kepada tenaga kesehatan. Dan pasien sudah merasakan kondisi tubuh menjadi lebih baik setelah berobat di Puskesmas Pauh. Kemudian, terdapat pengaruh komunikasi interpersonal tenaga kesehatan terhadap motivasi berobat masyarakat di Puskesmas Pauh, dengan pengaruh sebesar 42,3%. Koefisienaregresi x sebesara0,361. Artinya, setiapapenambahan 1 nilaiakomunikasi interpersonal, makaanilai motivasi berobat bertambahasebesar 0,361. Kata Kunci : Tenaga Kesehatan, Komunikasi Interpersonal, Motivasi Berobat, Pasien Dani Prayoga daniprayoga1234@gmail.com 2020-12-29T04:12:16Z 2020-12-29T04:12:16Z /id/eprint/67205 This item is in the repository with the URL: /id/eprint/67205 2020-12-29T04:12:16Z Pengetahuan, Sikap Dan Persepsi Apoteker Di Sumatera Barat Terhadap Obat Halal Salah satu peran apoteker dalam pengobatan adalah memberi informasi tentang obat, salah satunya yaitu informasi kesesuaian pemilihan obat dengan kepercayaan pasien. Pasien sangat mempertimbangkan halal dan haramnya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan persepsi apoteker di Sumatera Barat terhadap obat halal. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai bulan Juni 2020. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner secara online. Penelitian dilakukan kepada apoteker yang bekerja di sektor pelayanan klinis di Sumatera Barat. Uji mann-whitney dan Kruskal-Wallis diterapkan untuk mengetahui perbedaan nilai pengetahuan, sikap dan persepsi berdasarkan karakteristik responden. Uji korelasi Spearman diterapkan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan persepsi. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa responden memiliki pengetahuan tinggi (100%), sikap yang baik (97,6%) dan persepsi yang baik (98,2%). Terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan yang signifikan berdasarkan pengalaman mengikuti seminar/pelatihan/workshop tentang obat halal, terdapat perbedaan rata-rata sikap apoteker yang signifikan berdasarkan umur, terdapat perbedaan rata-rata persepsi apoteker yang signifikan berdasarkan umur dan pendidikan tambahan, terdapat hubungan yang lemah antara pengetahuan dengan sikap (p = 0,000 r = 0,258) dan terdapat hubungan yang kuat antara sikap dengan persepsi (p = 0,000 r = 0,630). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan apoteker dikategorikan tinggi serta sikap dan persepsi apoteker dikategorikan baik. Kata kunci : Pengetahuan sikap dan persepsi, obat halal, pengobatan halal, farmasi halal, apoteker, komunitas farmasi Sakila Mayang Annisa mayangannisa123@gmail.com